Archive for September 2019

Implementasi MVC dalam HTML

By : Iqbal

Model-View-Controller atau MVC adalah sebuah metode untuk membuat sebuah aplikasi dengan memisahkan data (Model) dari tampilan (View) dan cara bagaimana memprosesnya (Controller). Dalam implementasinya kebanyakan framework dalam aplikasi website adalah berbasis arsitektur MVC. MVC memisahkan pengembangan aplikasi berdasarkan komponen utama yang membangun sebuah aplikasi seperti manipulasi data, antarmuka pengguna, dan bagian yang menjadi kontrol dalam sebuah aplikasi web. Berikut ini penjelasan beserta cara kerja masing masing:

Data (Model)


Pola MVC memiliki layer yang disebut dengan Model yang merepresentasikan data yang digunakan oleh aplikasi sebagaimana proses bisnis yang diasosiasikan terhadapnya. Dengan memilahnya sebagai bagian terpisah, seperti penampungan data, persistence, serta proses manipulasi, terpisah dari bagian lain aplikasi.

Terdapat beberapa kelebihan dalam pendekatan ini. Pertama, membuat detail dari data dan operasinya dapat ditempatkan pada area yang ditentukan (Model) dibanding tersebar dalam keseluruhan lingkup aplikasi. Hal ini memberikan keuntungan dalam proses pemeliharaan aplikasi.
Kedua, dengan pemisahan total antara data dengan implementasi interface, komponen model dapat digunakan kembali oleh aplikasi lain yang memiliki kegunaan yang hampir sama.

Tampilan (View)


Layer ini mengandung keseluruhan detail dari implementasi user interface. Disini, komponen grafis menyediakan representasi proses internal aplikasi dan menuntun alur interaksi user terhadap aplikasi. Tidak ada layer lain yang berinteraksi dengan pengguna, hanya View.
Penggunaan layer View memiliki beberapa kelebihan: Pertama, memudahkan pengabungan divisi desain dalam development team. Divisi desain dapat berkonsentrasi pada style, look and feel, dan sebagainya, dalam aplikasi tanpa harus memperhatikan lebih pada detail yang lain.

Dengan memiliki layer View yang terpisah memungkinkan ketersediaan multiple interface dalam aplikasi. Jika inti dari aplikasi terletak pada bagian lain (dalam Model), multiple interfaces dapat dibuat (Swing, Web, Console), secara keseluruhan memiliki tampilan yang berbeda namun mengeksekusi komponen Model sesuai fungsionalitas yang diharapkan.

Cara pemprosesan (Controller)


Terakhir, arsitektur MVC memiliki layer Controller. Layer ini menyediakan detail alur program dan transisi layer, dan juga bertanggungjawab akan penampungan events yang dibuat oleh user dari View dan melakukan update terhadap komponen Model menggunakan data yang dimasukkan oleh user.
Kelebihan dalam penggunaan layer Controller secara terpisah: Pertama, dengan menggunakan komponen terpisah untuk menampung detail dari transisi layer, komponen view dapat didesain tanpa harus memperhatikan bagian lain secara berlebih. Hal ini memudahkan team pengembang multiple interface bekerja secara terpisah dari yang lain secara simultan. Interaksi antar komponen View terabstraksi dalam Controller.

Kedua, dengan menggunakan layer terpisah yang melakukan update terhadap komponen Model, detail tersebut dihapus dari layer presentasi. Layer presentasi kembali pada fungsi utamanya untuk menampilkan data kepada user. Detail tentang bagaimana data dari user mengubah ketetapan aplikasi disembunyikan oleh Controller. Hal ini memisahkan dengan jelas antara presentation logic dengan business logic

Dengan menggunakan metode MVC maka aplikasi akan lebih mudah untuk dirawat dan dikembangkan. Untuk memahami metode pengembangan aplikasi menggunakan MVC diperlukan pengetahuan tentang pemrograman berorientasi objek.

Alur kerja aplikasi web kita ketika user mengunjungi salah satu halaman yaitu:


  1.       Browser berhubungan dengan server untuk akses halaman.
  2.        Request (permintaan) browser ditangani oleh bagian Controller dari kode kita.
  3.        Controller akan melakukan pemanggilan ke Model untuk mendapatkan data yang relevan,  dan kemudian mempersiapkan data tersebut untuk ditampilkan.
  4.        Controller memberikan data yang diperlukan kepada view.
  5.        View menampilkan data dan berbagai elemen antarmuka tambahan yang diperlukan.
Sumber :



Cara Install Laravel 5.5 di Windows 10 64 bit

By : Iqbal
Untuk menginstal Laravel sebelumnya kita memerlukan beberapa software pendukung yang sudah terinstal terlebih dahulu yakni XAMP dan Composser.

Lalu apa itu XAMP?

Bagi anda yang ingin memperdalam pembuatan web secara mendalam,maka sangat perlu anda mengetahui apa itu Xampp.Xampp adalah perangkat yang menggabungkan tiga aplikasi kedalam satu paket,yaitu Apache,MySQL,dan PHPMyAdmin,Dengan Xampp pekerjaan anda sangat dimudahkan karena dapat menginstalasi dan mengkonfigurasi ketiga aplikasi tersebut dengan sekaligus dan otomatis.

Xampp telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.versi yang terbaru adalah revisi dari yang terdahulu,sehingga lebih baik dan lebih lengkap.aplikasi utama dalam paket Xampp yakni terdiri atas web server Apache,MySQL,PHP,dan PHPMyAdmin.

Lau apa itu Composser?

Composer adalah sebuah project open source yang dimotori oleh Nils Adermann dan Jordi Boggiano. Project composer ini dihost di github tercatat sejak tanggal 3 April 2011 dan masih aktif sampai sekarang.

Kehadiran composer membuat ngoding php jadi lebih terstruktur dan lebih rapi. Banyak programmer terbiasa dengan bahasa pemrograman yang terstruktur, ketika pindah ke php, menemukan banyak hal yang rancu. Terutama dalam memanajemen struktur hirarki project. Sehingga membutuhkan usaha lebih untuk menerapkan konsep OOP yang baik dalam php.

Berikut ini cara menginstal Laravel 5.5

Menginstal XAMP terlebih dahulu


1. Download XAMP terlebih dahulu . Silahkan klik disini untuk membuka halaman download XAMP. Jika sudah maka di jalankan aplikasi yang sudah di download
2. Jika muncul peringatan ketika di buka maka klik ok saja dan lakukan proses instalisasi hingga selesai
3. Klik tombol finish dan lakukan setup dengan bahasa amerika.
4. Tampilan XAMP ketika sudah terinstall.

Menginstal Composser

Apabila telah selesai menginstall XAMP maka install composser.

1. Download  Composser pada halaman ini. Lalu klik pada Composser - Setup.exe
2. Jalankan aplikasi yang sudah di download dan selsesaikan proses instalisasinya. 

Menginstal Laravel

 Apabila sudah mengistal composser dan XAMP barulah kita bisa menginstall laravel. Untuk menginstal laravel sendiri dibutuhkan koneksi internet, karena pada prosesnya proses instalisasi ini mendownload berbagai file.

1. Pertama tama buka halaman ini. Jika sudah maka blok dan copy kalimat seperti di gambar
2. Lalu buka cmd dengan cara membuka di kolom pencarian dan menuliskan cmd, atau dengan cara menekan windows+R lalu ketik cmd dan run. Apabila sudah terbuka lalu paste kalimat yang di salin sebelumnya.
3. Setelah di paste lalu tekan tombol enter untuk proses instalisasi
4. Ketik laravel new test dan tekan enter untuk membuat project baru bernama test. Lama tidaknya proses ini dikarenakan oleh kecepatan internet karena pada proses ini laravel mendownload dulu semua dependensi. Proses ini hanya dilakukan sekali saja di awal dalam permbuatan project. Karena laravel menggunakan cache yang sudah di download sebelumnya, kecuali file dependasinya baru.
5. Ketik cd  test untuk memasuki folder test lalu enter. Lalu ketik php artisan serve untuk menjalankan laravel dan tekan tombol enter juga.

6.Ketik localhost:8000 pada browser lalu tekan enter apabila yang muncul sesuai dengan gambar dibawah maka laravel sudah siap digunakan.

 Sumber
 https://www.codepolitan.com/apa-composer-dan-kenapa-harus-composer
https://www.youtube.com/watch?v=JyBfSZFSETA


Kelebihan dan Kekurangan Framework?

By : Iqbal

Pengertian Framework
Pengertian Framework adalah sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk mempermudah para developer software dalam membuat dan mengembangkan aplikasi. Framework berisikan perintah dan fungsi dasar yang umum digunakan untuk membangun sebuah software aplikasi sehingga diharapkan aplikasi dapat dibangun dengan lebih cepat serta tersusun dan terstruktur dengan cukup rapi. Framework juga bisa diartikan sebagai komponen - komponen pemrograman yang sudah jadi dan siap untuk digunakan kapan saja, sehingga pengembang aplikasi tidak perlu lagi membuat script yang sama untuk tugas - tugas yang sama.

Ada dua jenis Framework dalam dunia pemrograman yaitu Desktop Framework dan Web Framework, keduanya memiliki fungsi yang berbeda, Desktop Framewok digunakan untuk membangun aplikasi berbasis desktop sedangkan Web Framewok digunakan untuk membangun aplikasi berbasis web.
Pada Desktop Framework program yang dijalankan tidak berjalan langsung pada perangkat keras, akan tetapi aplikasi berjalan dilingkungan perangkat lunak dengan memanfaatkan Common Language Runtime. Sedangkan aplikasi yang dibangun menggunakan Web Framework juga tidak langsung dieksekusi oleh web server, aplikasi web terlebih dahulu diproses oleh core
Secara umum Framework tersusun dengan struktur MVC ( Model View Controller ) yang memungkinkan pengembang dapat mengelompokan fungsi - fungsi seperti fungsi inputan, proses dan output dari sebuah aplikasi. Bagaimana dari sini sobat komputer pastinya sudah memahami apa itu Framework.
Dalam penerapannya fungsi Framework dapat diuraikan sebagai berikut :
Penggunaan komponen-komponen reusable, waktu pengembangan lebih singkat penerapan design patterns memudahkan dalam rancangan, pengembangan dan pemeliharaan sistem.
Membantu para developer dalam perencanaan, pembuatan dan pemeliharaan sebuah aplikasi.
Aplikasi yang dihasilkan menjadi lebih stabil dan handal, hal ini dikarenakan Framework sudah melalui proses uji baik itu stabilitas dan juga kehandalannya.
Memudahkan para developer dalam membaca code program dan lebih mudah dalam mencari bugs dengan coding style yang konsisten.
Memiliki tingkat keamanan yang lebih, hal ini dikarenakan Framework telah mengantisipasi cela - cela keamanan yang mungkin timbul.
Mempermudah developer dalam mendokumentasikan aplikasi - aplikasi yang sedang dibangun.

Kekurangan Framework
1. Kemungkinan akan menambah biaya development apabila framework yg digunakan kurangterdokumentasi dan kurang di support
2. Performa dan kecepatan eksekusi
3. Kurangnya pemahaman bahasa pemrograman
Jika Anda bekerja menggunakan kerangka kerja dan hanya mengetahui sedikit tentang bahasa pemrograman yang digunakan dibaliknya, maka Anda hanya mempelajari mengenai kerangka tersebut. Sehingga pemahaman mengenai  bahasa pemrograman menjadi tidak berkembang.

4. Memiliki batasan
Dalam penggunaannya, kerangka ini juga memiliki beberapa batasan yang tidak dapat Anda modifikasi. Sehingga Anda harus bekerja sesuai dengan standar yang digunakan di dalamnya. Oleh karena itu, ketika mengembangkan sebuah aplikasi, Anda harus menggunakan kerangka kerja yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

5. Kode Publik
Karena bersifat publik, maka kode dapat digunakan siapa saja termasuk pihak-pihak yang mempunyai niat buruk. Mereka dapat mempelajari cara kerja kode untuk menemukan kelemahan untuk menyerang Anda.

Sumber
http://buatanana.blogspot.com/2013/08/manfaat-kekurangan-kelebihan-framework.html
https://www.utopicomputers.com/apa-itu-framework-berikut-pengertian-dan-fungsinya/
https://www.logique.co.id/blog/2019/04/23/kelebihan-dan-kekurangan-framework/
https://sheteeguh.wordpress.com/materi-matematika/framework-php/


- Copyright © 2013 Iqbal10™ - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -